Abstrak :

JAWARA DI BANTEN:

PERAN, KEDUDUKAN DAN JARINGANNYA

MOHAMAD HUDAERI


Jawara merupakan salah satu dari kelompok dalam masyarakat Banten yang cukup terkenal. Ia

memiliki  pengaruh yang melewati batas-batas geografis  berkat  kharisma  yang dimilikinya.

Munculnya jawara menjadi sosok yang dikagumi ketika struktur sosial dan budaya masyarakat

hancur, yakni  semenjak  pemerintahan  kolonial Belanda  berhasil menganeksasi  Kesultanan

Banten. Sehingga saat ini  muncul pertanyaan tentang kedudukan, peran dan jaringannya  dalam

sistem sosial masyarakat Banten.

Kedudukan, peran  dan  jaringan  sosial jawara  terbentuk melalui  proses  sejarah yang sangat

panjang yang dialami oleh masyarakat Banten, yakni semenjak pembentukan Kesultanan Banten,

masa pemerintahan kolonialisme dan pasca pembebasan kolonilisme tersebut. Perjalanaan sejarah

tersebut telah menciptakan masyarakat Banten dikenal sebagai  masyarakat yang sangat fanatik

terhadap agama, bersifat agresif dan bersemangat memberontak.

Dalam  masyarakat  seperti  Banten  yang pernah mengalami  tekanan  sosial politik yang sangat

dalam  dan  lama telah menciptakan  budaya kekerasan, yang utamanya  dimainkan  oleh sosok

jawara.. Ia  kini  dikenal sebagai  identitas dari  lembaga  adat  Banten. Kemampuannya  dalam

memanipulasi kekuatan supernatural (magi) dan keunggulan dalam hal fisik telah membuatnya

menjadi  sosok yang ditakuti  sekaligus  kagumi, sehingga terkadang muncul menjadi  tokoh  yang

kharismatik dan  heroik. Peranannya juga  tidak hanya terbatas  kepada  guru  persilatan, elmu

kesaktian atau “tentara wakaf”, tetapi juga sebagai pemimpin sebuah pergerakan sosial. Bahkan

untuk saat ini, para jawara memiliki peran penting dalam sosial politik masyarakat Banten.

Adanya kedudukan dan peran membuat jawara menciptakan kultur tersendiri yang agak berbeda

dengan kultur dominan masyarakat Banten, sehingga jawara tidak hanya menggambarkan suata

sosok tetapi juga telah menjadi kelompok yang memiliki nilai, norma dan pandangan hidup yang

khas. Itu lah subkultur jawara.

Pendahuluan

Semenjak  pemerintahan  kolonial  Belanda menaklukan  kesultanan  Banten,

perlawanan  dan pemberontakan rakyatnya  terhadap  pemerintah  kolonial  dan

aparatnya tidak  pernah berhenti. Pemerintah kolonial  memandang  bahwa  Banten

merupakan  daerah  yang  paling  rusuh  di  Jawa.  Karena  itu  masyarakat  Banten  sejak

dahulu  dikenal sebagai  orang yang  sangat fanatik  dalam  hal  agama, bersifat  agresif

dan bersemangat memberontak.i[i]

Penduduk  Banten  sebagian besar  keturunan  orang  Jawa  dan  Cirebon  yang

dalam  perjalanan  waktu    berbaur  dengan orang-orang  Sunda, Bugis, Melayu  dan

Lampung. Perbauran yang  begitu  dalam  menyebabkan  penduduk  Banten  memiliki

perbedaan-perbedaan dalam hal bahasa dan adat istiadat dengan masyarakat asalnya.

Begitu  pula  dalam hal  penampilan fisik  dan watak, orang  Banten  menunjukkan

perbedaan yang nyata dengan orang Sunda dan orang Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Diantara  unsur-unsur  yang  merupakan ramuan  yang  membentuk  kebudayaan

mereka, yakni hampir tak terdapat ciri-ciri peradaban Hindu – Jawa. Islam mengalami

penetrasi yang sangat dalam pada masyarakat Banten.

Dalam  daerah  yang  pernah menjadi  pusat  kerajaan  Islam  dan  penduduknya

yang    terkenal  sangat taat  terhadap  agama seperti  daerah  Banten  sudah  sewajarnya

jika  kiyai  menempati  kedudukan yang  penting  dalam  masyarakat. Kiyai  yang

merupakan  gelar ulama dari  kelompok  Islam tradisional, tidak  hanya dipandang

sebagai tokoh agama tetapi juga seorang pemimpin masyarakat. Kekuasaannya sering

kali  melebihi  kekuasaan  pemimpin  formal, terutama  di  pedesaan. Bahkan

pengangkatan  pemimpin  formal  di  suatu  desa  ditentukan  oleh  pemuka-pemuka

agama di daerah yang bersangkutan.ii[ii]

Pengaruh kiyai yang melewati batas-batas geografis pedesaan berkat legitamisi

masyarakat untuk memimpin upacara-upacara keagamaan, adat dan  menginterpretasi

doktrin-doktrin  agama. Selain  itu  seorang kiyai  dipandang  memiliki  kekuatan-

kekuatan  spiritual  karena kedekatannya dengan Sang Pencipta. Kiyai  dikenal  tidak

hanya sebagai  guru  di  pesantren,  juga sebagai  guru  spiritual  dan  pemimpin

kharismatik  masyarakat. Penampilan kiyai  yang  khas, seperti  bertutur  kata  lembut,

berprilaku  sopan, berpakaian rapih dan sederhana, serta  membawa  tasbih  untuk

berdzikir    kepada  Allah, merupakan simbol-simbol  kesalehan. Karena  itu  perilaku

dan ucapan seorang kiyai menjadi panduan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Kedududukan dan perannya yang sangat strategis tersebut, membuat seorang

kiyai    tidak  hanya tinggal  diam di  pesantren  yang  ia  pimpin,  tetapi  juga  hidup  di

tengah-tengah  masyarakat luas. Ia  memiliki  jaringan  komunikasi  yang  sangat luas

dengan  berbagai  lapisan  masyarakat. Jaringan itu  terbentuk  melalui  organisasi-

organisasi keagamaan dan masyarakat, partai politik, guru-murid dan tarekat.

Golongan lain, yang juga menembus batas-batas hirarki pedesaan di Banten,

adalah  jawara.iii[iii]     Jawara  sebagai orang yang  memiliki  keunggulan dalam  fisik  dan

kekuatan-kekuatan  untuk  memanifulasi  kekuatan  supernatural, seperti  penggunaan

jimat, sehingga  ia  disegani oleh  masyarakat. Jimat yang  memberikan harapan  dan

memenuhi kebutuhan praktis para jawara yang salah satunya adalah kekebalan tubuh

dari benda-benda tajam.

Keunggulan dalam hal fisik dan kemampuanya untuk memanipulasi kekuatan

supernatural  (magik)  telah melahirkan sosok  seorang  jawara  dengan  memiliki

karakter yang khas. Ia cukup terkenal dengan seragam hitamnya dan kecenderungan

terhadap penggunaan kekerasan dalam menyelesaikan setiap persoalan. Sehingga bagi

sebagian  masyarakat, jawara dipandang  sebagai  sosok yang  memiliki  keberanian,

agresif, sompral (tutur kata yang keras dan terkesan sombong), terbuka (blak-blakan)

dengan  bersenjatakan golok, untuk  menunjukan bahwa  ia  memiliki  kekuatan  fisik

dan magik.iv[iv]

Jawara merupakan sub-kelompok masyarakat yang memainkan peran penting

di  Banten  hingga saat ini. Meskipun  peran dan  kedudukan  tradisional  mereka  terus

digerogoti  arus modernisasi  yang  semakin  hegemonik. Desakan  modernisasi  telah

merubah  tata kehidupan dan moralitas  masyarakat  Banten. Sehingga  dampaknya

tidak hanya pada fakta berupa pendapatan dan produksi, tetapi juga pada perubahan

identitas, aspirasi dan otoritas.

Modernisasi  yang  kali  pertama muncul  di  negara-negara  Eropa  Barat  yang

ditandai  dengan tumbuhnya kapitalisme  industri  telah  menggerogoti  nilai-nilai

tradisional, melawan hierarki  sosial, dan bahkan  mereorganiasi  aspek-aspek

kehidupan  sehari-hari  masyarakat. Masyarakat tradisional  dengan  struktur  serta

kebutuhan  yang  lebih  stabil  harus memberi  jalan kepada  suatu  dunia  yang  identitas

dan  selera  senantiasa   berubah sesuai  dengan kepentingan  produksi  dan  status v[v].

Sekarang tentu saja, perkembangan semacam itu tidak hanya terbatas di dunia Barat,

tetapi  juga  dunia ketiga pada  umumnya, tidak  terlepas dalam  hal  ini  Indonesia.

Banten, yang merupakan bagian integral dari wilayah Indonesia, tidak bisa lepas dari

arus “transformasi besar” itu.

Posisi  wilayah  Banten, terutama bagian utara,  yang  sangat  dengan  dengan

pusat kekuasaan, Jakarta, dan tengah mengalami industrialisasi, telah banyak merubah

persepsi dan nilai-nilai yang telah diterima selama ini oleh masyarakat. Sehingga hal

itu pun mempengaruhi peran dan kedudukan jawara.

Para  jawara, yang  kini  tergabung dalam  Perhimpunan  Persilatan  dan  Seni

Budaya Banten, tidak lagi mau disebut jawara. Mereka lebih senang menyebut dirinya

dengan pendekar, panggilan yang lebih bermakna dan bernada positif.

Aep, salah seorang pengurus persilatan dan seni budaya Banten ketika

ditanya tentang perubahan nama jawara ke pendekar menyatakan; bagi kami

panggilan  jawara itu  apabila masih  dipergunakan hingga  saat  ini  merupakan

langkah  mundur  dan sudah bukan jamannya lagi  karena  peran-peran

terdahulu  yang  pernah  dimainkan sudah harus ditinggalkan. Meskipun

demikian ciri khas  kami yang  utama tidak bisa ditinggalkan. Karena itu misi

kami adalah “bela diri, bela bangsa dan bela negara”.

Namun      demikian,      perubahan-perubahan        tersebut      tidak      sampai

menghancurkan semua kedudukan dan peran  sosial  mereka  secara menyeluruh.

Jawara berusaha untuk tampil lebih ramah sehingga bisa diterima masyarakat, mereka

kini  tidak  hanya memainkan peran  tradisional  mereka, tetapi  juga  merambah  pada

sektor-sektor ekonomi dan politik di Banten. Apalagi setelah Banten menjadi sebuah

propinsi yang mandiri, lepas dari wilayah Jawa Barat, peran jawara dalam percaturan

bidang politik dan ekonomi  di wilayah Banten memainkan peran yang sangat besar

Gambaran Umum Jawara

Penghormatan kepada  para tokoh  agama dalam kebudayaan  agraris, memiliki  latar

belakang  sejarah yang  panjang. Hal  ini  disebabkan  dalam  sejarah  kebudayaan

masyarakat  kota yang  berbasis agraris, kaum  agamawan  terpelajar, seperti  pendeta,

yang  pertama kali  memainkan peran penting  menata  kehidupan  masyarakat.

Hodgson, sejarahwan  Amerika Serikat yang  sangat  terkenal, dalam  karya

monumentalnya, The Venture of Islam, menyatakan:

Pada  awalnya candilah yang  menjadi  pusat  perhatian  kebudayaan

tinggi  apa  pun  yang  ada di  sana. Di  dalam candi-candi  di  Sumeria  kuno, di

mana  kehidupan kota dimulai  pada  millenium  keempat  SM., pekerjaan

mengontrol  banjir    lokal  dan penanggulangan  di  masa  keringnya dataran

lembah  Mesopotamia  dilaksanakan oleh  para pendeta  terpelajar, yang  pada

gilirannya menentukan kelebihan hasil. Mereka  lah  yang  mengutus para

pedagang  untuk  membawa benda-benda eksotik  yang  diperlukan  untuk

penggunaannya yang  sedang  berkembang  dari  dataran  tersebut,  yang  subur

tetapi  kekurangan  mineral  dan bahkan batu-batuan. Ketika perselisihan-

perselisihan muncul dengan kota-kota saingan, barangkali, berkenaan dengan

pengendalian  perdagangan, mereka  menyusun  orang-orang  (pasukan-

pasukan) tempur. vi[vi]

Pernyataan  terakhir  Hodgson  dalam kutipan di  atas: “ketika  perselisihan-

perselihan  muncul  dengan kota-kota saingan, …  mereka  menyusun  orang-orang

(pasukan-pasukan)  tempur”  menegaskan bahwa  setelah  lahirnya kaum  agamawan

dalam  hal  ini, pendeta, yakni  “pasukan-pasukan tempur”, yang  dalam  kasus Banten

orang  seperti  itu  disebut  jawara.  Meskipun  tidak  ada  bukti  yang  cukup  kuat  yang

menyatakan bahwa para jawara di Banten itu merupakan mantan “pasukan tempur”

kesultanan Banten yang telah dihancurkan oleh pemerintah kolonial Belanda. Namun

dalam  cerita-cerita rakyat, khususnya di  kalangan  para  jawara, sering  menyebut  Ki

Mas Jo  dan  Ki  Agus Jo, dua pengawal, yang  tentukan  juga  bagian  dari  “pasukan

tempur”, Sultan Hasanuddin  dalam  proses  Islamisasi  di  Banten, dianggap  tokoh-

tokoh jawara.

Asal-usul  kata “jawara”  pun  tidak  begitu  jelas. Sebagian  orang  berpendapat

bahwa jawara berarti juara, yang berarti pemenang, yang ingin dipandang orang yang

paling hebat. Memang bahwa salah satu sifat jawara adalah selalu ingin menang, yang

terkadang  dilakukan dengan berbagai  cara termasuk  dengan  cara yang  tidak  baik.

Sehingga  seorang jawara itu  biasa  bersifat sompral (berbicara dengan bahasa yang

kasar dan terkesan sombong)

Abd, salah  seorang pemuda kampung  Bojong, pergi  nonton

pertunjukan  musik  dangdut  di  desa  tetangganya, Pinggirkali. Ia  ikut

bergoyang dengan para pemuda lain pada pertunjukan musik tersebut. Tiba-

tiba  kaki  Abd terinjak  oleh  salah seorang yang  ikut  berjoget. Kemudian  ia

marah  terhadap pemuda yang  telah  menginjak  kakinya tersebut. Setelah itu

terjadi  perang  mulut, yang  kemudian Abd memukul  pemuda  tersebut.

Melihat  hal  tersebut  teman-teman  pemuda yang  dipukul  itu  kemudian

mengeroyok  Abd hingga ia babak  belur. Setelah  keributan  itu  dapat

dihentikan kemudian Abd dibawah pulang oleh keluarganya dan keluarga itu

berkata dia, “uwong ning daerah batur jeh, sira mah wanian, kaya jawara bae” ( kamu

itu terlalu berani, padahal ini daerah orang lain, seperti jawara saja).

Sebagian orang lagi berpendapat bahwa kata “jawara” berasal dari kata “jaro”

yang  berarti  seorang pemimpin  yang  biasanya merujuk  kepada  kepemimpinan  di

desa, yang  kalau  sekarang lebih  dikenal  dengan kepala  desa  atau  lurah. Pada  masa

dahulu kepala desa atau lurah di Banten itu mayoritas adalah para jawara. Para jawara

tersebut  memimpin kajaroan (desa)  namun  kemudian terjadi  pergeseran  makna

sehingga  jawara dan jaro  menunjukan makna yang berbeda.vii[vii]         Sekarang  ini  jawara

tidak mesti menjadi pemimpin, apalagi menjadi kepala desa atau lurah.

Menurut  Tihami  bahwa  jawara itu  adalah  murid kiyai.viii[viii]        Kiyai  di  Banten

pada tempo dulu tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam tetapi mengajarkan

ilmu  persilatan atau kanuragan. Hal  ini  disebabkan  pesantren,  pada  masa yang  lalu,

berada  di  daerah-daerah  terpencil  dan kurang aman, karena  tidak  “polisi”  dari

kesultanan tidak mampu menjangkau daerah-daerah yang terpencil yang sangat jauh

dari  pusat  kekuasaan. Murid kiyai  yang  lebih  berbakat  dalam  bidang  intelektual,

mendalami  ilmu-ilmu  agama  Islam pada  akhirnya disebut  santri. Sedangkan  murid

kiyai  yang  memiliki  bakat dalam  bidang fisik  lebih  condong  kepada  persilatan  atau

ilmu-ilmu kanuragan, yang  kemudian disebut  jawara. Karena itu  dalam  tradisi

kejawaran  bahwa  seorang jawara yang  melawan perintah  kiyai  itu  akan kawalat. ix[ix]

Mungkin  atas dasar  itu  seorang pengurus persilatan  dan seni  budaya Banten

menyatakan  bahwa  jawara itu  adalah khodim (pembantu)  nya kiyai. Bahkan seperti

yang  diungkapkan oleh  kiyai  Tyb; juwara  iku  tentrane  kiyai (jawara  itu  tentaranya

kiyai).

Istilah  jawara dalam  percakapan  sehari-hari  masyarakat Banten  sekarang ini

dipergunakan  untuk  istilah denotatif dan juga referensi  untuk  mengidentifikasi

seseorang. Istilah jawara yang  menunjukan referensi  untuk  identifikasi  seseorang

adalah  gelar  bagi  orang-orang yang  memiliki  kekuatan  fisik dalam  bersilat dan

mempunyai  ilmu-ilmu  kesaktian (kadigjayaan), seperti  kekebalan tubuh  dari  senjata

tajam, bisa  memukul  dari  jarak  jauh  dan sebagainya, sehingga  membangkitkan

perasaan orang lain penuh dengan pertentangan: hormat dan takut, rasa kagum dan

benci.

Sedangkan  istilah jawara yang  bersifat  denotatif berisi  tentang  sifat  yang

merendahkan  derajat (derogatif)  yang  biasanya digunakan untuk  orang-orang yang

berprilaku sombong, kurang taat menjalankan perintah agama Islam atau melakukan

sesuatu dengan cara-cara yang tidak baik terhadap orang untuk kepentingan dirinya

semata, seperti melakukan ancaman, kekerasan dan kenekadan.

Skb, salah  seorang jawara di  Banten  Selatan, menuturkan  bahwa

dirinya merasa malu  bertemu  dengan para saudara-saudaranya yang  taat

menjalankan perintah-perintah agama, karena ia merasa bahwa dirinya jarang

melaksanakan  sholat dan pada  masa mudanya sering melakukan  perbuatan-

perbuatan buruk, seperti: berkelahi, membunuh dan main perempuan. Ketika

ditanya tentang arti jawara, ia menjawab: “jawara iku ana jawara maling, jawara

gulet lan juwara wadon”.

Karena itu ketika seseorang menyandang gelar jawara biasanya mengacu kepada dua

makna  tersebut. Istilah jawara pun  terkadang  digunakan  terhadap  orang  biasa

(masyarakat umum) yang berprilaku seperti jawara.

Sbl, salah  seorang pimpinan di  perguruan tinggi  di  Banten, diprotes

melalui  surat  oleh  para stafnya tentang kebijakan uang  insentif yang  sudah

lama  tidak  turun. Surat yang  berisi  tentang permintaan  penjelasan  uang

insentif ditulis dengan agak  keras. Setelah  sampai  surat  di  sampaikan

kepadanya. Kemudian Sbl menjawab isi surat dengan sangat keras. Para staf

itu berkata: “ini sih bukan surat dari pimpinan, tetapi surat dari jawara”.

Karena  itu  kesan  orang terhadap  istilah jawara  cenderung  negatif dan

derogatif. Maka ada orang yang mendefenisikan jawara dengan “jago wadon lan lahur”

(tukang  main  perempuan dan tukang bohong), “jago  wadon  lan  harta”  (tukang  main

perempuan dan tamak harta). Kesan yang kurang baik tentang jawara tersebut yang

kemudian yang bagi orang-orang yang memiliki ilmu-ilmu kadigjayaan atau persilatan

yang  sudah  “terpelajar”  tidak mau  menamakan dirinya jawara  tetapi  lebih  senang

disebut pendekar.

Perubahan persepsi tentang makna jawara tidak bisa dilepaskan dari konteks

historis tentang  peranan  orang-orang yang  menyandang  gelar  tersebut. Menurut

Sartono  bahwa jawara, dalam ilmu-ilmu  sosial, secara tepat dapat  disebut  dengan

“bandit  sosial”.x[x]  Kebanditan  merupakan suatu  bentuk  protes sosial  primitif yang

terorganisir  terhadap  ketidakadilan yang  dilakukan  oleh  suatu  pemerintahan  atau

orang-orang  kaya. Karena itu  biasanya kebanditan  akan  muncul  di  kalangan  rakyat

miskin. Masyarakat menilai para bandit sebagai pahlawan, sehingga mereka itu dipuja

bahkan  menjadi  sebuah mitos. Seseorang menjadi  bandit karena  ia  melakukan

sesuatu  yang  oleh  adat  masyarakat setempat tidak  dianggap  sebagai  tindakan

kejahatan, melainkan negara lah atau  para penguasa  setempat  yang  menganggapnya

demikian. Karena itu  sewaktu  menjadi  buronan negara  atau  penguasa, para  bandit

mendapat  perlindungan dari  masyarakat sekitarnya. Para  bandit  akan  lahir  disuatu

masyarakat yang sedang kacau, akibatnya masyarakat merindukan seorang pahlawan

yang  mampu  melindungi  dan membawa keluar dari  kekacauan  situasi  tersebut.

Ketika  ada  seseorang yang  berani menentang keadaan  yang  menghimpit  tersebut

masyarakat  seolah bermimpi  bahwa mereka  akan lepas dari  kesulitan  yang  sedang

mereka rasakan.

Situasi  yang  demikian itu  dan keterbatasan kemampuan  para  bandit, karena

umumnya juga mereka dari  kalangan  rakyat miskin, perilaku  mereka  cenderung

bersifat  praktis dan pragmatis, yang  kebanyakan mempergunakan  ancaman  dan

kekerasan  fisik terhadap  pihak-pihak  yang  dianggap lawan  atau  musuh. Karena  itu

sebabnya bandit  sering bersifat  destruktif. Contoh  yang  paling  terkenal  tentang

bandit sosial  adalah: Robin Hood dari Inggris yang mencuri harta dari orang-orang

kaya untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang miskin.xi[xi]

Kebanditan  sebagai  suatu  gerakan sosial sebenarnya  tidak  akan  melahirkan

suatu  tatanan  baru  yang  efektif. Hal  ini  disebabkan  oleh  beberapa  faktor, yakni:

pertama, gerakan sosial  yang  dilakukan oleh  para bandit  tidak  memiliki  pembinaan

atau  manajemen  organisasi  gerilya yang  efektif. Kepemimpinan  dalam  kebanditan

bersifat  kharismatik, karena itu  sangat tergantung  kepada  pemimpinnya. Gerakan

sosial  tersebut  akan padam  apabila pemimpinnya tidak  ada  atau  meninggal  dunia.

Kematian seorang bandit yang kharismatik sering dimitoskan oleh para pengikutnya

dan  masyarakat sekitarnya dengan keyakinan bahwa  ia  memiliki  kekuatan  kesaktian

yang  luar  biasa  seperti  kekuatan  yang  dimiliki  oleh  raja-raja  besar  pada  masa  yang

lampau.

Kedua, gerakan sosial  tersebut  pada  umumnya tidak  memiliki  ideologi

pergerakan  yang  efektif, yang  disebabkan  oleh  kuatnya tekanan  budaya yang  lama

dan  muncul  budaya  baru  yang  lebih  hegemonik. Sehingga  membuat  para  bandit

semakin terasing dan tak berdaya. Perubahan situasi dan kondisi tersebut sering tidak

diikuti  oleh  perilaku  bandit. Sehingga para bandit yang  semula  dianggap  pahlawan

oleh  rakyat kemudian dianggap sebagai  pengganggu. Karena  itu  agar  tetap  menjadi

pahlawan yang efektif bagi rakyat, para bandit harus berhenti menjadi bandit, ketika

situasi telah berubah.

Pada  awal  abad kesembilanbelas, daerah  Banten  setelah  runtuhnya

kesultanan, yang  kemudian diukuti  dengan hancurnya norma-norma  sosial  lokal,

memburuknya sistem pemerintahan, tumbuhnya kebencian yang terkadang didukung

oleh  faktor-faktor  agama terhadap  orang-orang  kafir, penguasa  asing, merupakan

lahan  subur  tumbuhnya kerusuhan-kerusuhan sosial  yang  dipimpin  oleh  pemuka-

pemuka  masyarakat, yang  kemudian disebut  oleh  Sartono  sebagai  “bandit  sosial”.

xii[xii]

Salah seorang yang cukup terkenal sebagai “bandit sosial” adalah Mas Jakaria.

Ia melakukan pemberontakan terhadap pemerintah kolonial pada tahun  1811-1827.

Mas Jakaria  adalah seorang pemberontak  yang  yang  sangat  terkenal    dan  dianggap

oleh  para  penduduk  sekitar sebagai  orang yang  sakti-mandraguna. sehingga  banyak

orang yang memohon berkatnya sebelum memulai satu pekerjaan yang penting. Mas

Jakaria ini dianggap orang yang sangat sakti, karena tubuhnya kebal dari senjata dan

dapat  menghilang. Beberapa kali  mengadakan pemberontakan  terhadap pemerintah

kolonial, dan  pernah tertangkap, namun  kemudian  ia  bisa  melepaskan  diri.

Kemampuan melepaskan diri dari tahanan pemerintah kolonial tersebut, membuat ia

dikagumi oleh masyarakat dan dianggap memiliki kemampuan yang luar biasa.

Setelah ia lepas, kemudian ia mengadakan pemberontakan kembali di daerah

Pandeglang, dan pemerintah kolonial  dengan susah  payah  untuk  menangkapnya

kembali. Sebab Mas  Jakaria  dianggap pahlawan  maka  ia  selalu  mendapat

perlindungan dan bantuan dari rakyat. Pemerintah kolonial mempergunakan berbagai

cara untuk  menangkapnya kembali, yakni  dengan menggunakan  paksaan  untuk

memperoleh informasi dari rakyat dan membakar desa-desa sehingga menimbulkan

ketakutan dan teror di kalangan penduduk. Petualangan Mas Jakaria berakhir ketika

ia  ditangkap  beberapa bulan kemudian dan dijatuhi  hukuman  mati. Ia  dipengggal

kepalanya dan mayatnya dibakar. Riwayat hidupnya sebagai bandit sosial sangat luar

biasa; ia dianggap sakti dan namanya diselubungi suasana keramat.xiii[xiii]

Mas Jakaria  adalah salah satu  figur  jawara di  Banten  selain  figur-figur  lain

seperti  Ki  Mas  Jo  dan Ki  Agus Jo. Kepahlawan mereka  dalam  membela  rakyat

miskin  sering  jadikan referensi  masyarakat tentang jawara  yang  sebenarnya. Mereka

itu  dimitoskan oleh  masyarakat sebagai  orang   yang  memiliki  ilmu-ilmu kadigjayaan

yang  luar  biasa yang  dipergunakan untuk  membela  kepentingan  masyarakat  yang

tertindas, bukan justru untuk kesombongan atau untuk hal-hal yang tidak baik.

Karena itu para informan ketika ditanya tentang prilaku jawara sekarang ini,

mereka  sering menyatakan bahwa  jawara sekarang  ada  “jawara  palsu”, karena

perbuatan  mereka sering tidak  mencerminkan prilaku  tokoh-tokoh  jawara  tempo

dulu.

Ht, salah  seorang penduduk  di  Banten  lama, menceritakan  dengan

penuh semangat tentang jawara. Ia berpendapat jawara itu asalnya merupakan

orang-orang yang baik hati, karena selalu membela orang-orang lemah, tidak

seperti jawara sekarang ini, justru memeras kaum lemah dan membela orang-

orang  kaya. Menurutnya jawara sekarang itu  adalah  “jawara  palsu”, yakni

jawara  yang  dibentuk  Belanda. Menurutnya ketika  terjadi  pemberontakan

terhadap  pemerintah kolonial  oleh  para rakyat yang  dipimpin  oleh  jawara,

Belanda  membentuk  pasukan yang  dipimpin  oleh para  jawara  juga. “Jawara

palsu”  ciptaan  Belanda tersebut  yang  kemudian mencemarkan  jawara  mirip

seorang  preman  yang  suka membuat kerusuhan, memeras rakyat,  mencuri

dan main perempuan.

Persepsi  masyarakat tentang jawara saat  ini  yang  kurang  simpatik  dan

cenderung negatif sebenarnya bisa diterangkan dengan teori “ bandit sosial” di atas.

Peranan jawara pada masa lalu yang menonjolkan keberanian untuk melawan musuh

bersama masyarakat yakni: pemerintah kolonial Belanda, mendapat penghargaan dan

penghormatan di  mata rakyat Banten. Karena itu  jawara  dianggap  pahlawan  oleh

rakyat, sebagai pembela dan pelindung atas kepentinganya. Peran-peran itu yang telah

ditampilkan  secara baik  oleh  Mas  Jakaria  serta tokoh-tokoh  jawara masa silam.

Namun  setelah Indonesia bebas  dari  kolonialisme, musuh  bersama  rakyat itu  tidak

ada. Namun  prilaku-prilaku  jawara, seperti sompral, sombong, kurang taat  dalam

beragama, justru  tidak  berubah,  sehingga   menimbulkan  antipati  masayarakat

terhadap jawara.

Oleh: ronspro | November 15, 2009

Mobil ( Kendaraan Beroda empat )

RONS_CARMobil (kependekan dari otomobil yang berasal dari bahasa Yunani ‘autos’ (sendiri) dan Latin ‘movére’ (bergerak)) adalah kendaraan beroda empat atau lebih yang membawa mesin sendiri. Jenis mobil termasuk bus, van, truk. Pengoperasian mobil disebut menyetir.

Oleh: ronspro | November 15, 2009

Thufail Al Ghifari

Saksikanlah kebangkitan ini,
Kebangkitan dari barisan rapat
Pemuda islam diseluruh dunia
Saksikanlah kebangkitan kami,
Kebangkitan para pecinta syahid ,
Para pewaris risalah Rasululloh SAW ..
Allahu Akbar .. Allahu Akbar .. Allahu Akbar ..

Konotasi peraga penjajah darah &
tulang belulang para penyair syuhada
Sketsa kata merubah fakta menjadi fitnah
Generasi pewaris perang badar mulai angkat bicara
senjata rima & reaksi keras kupas tuntas
Kebiadaban dunia yg tdk mengenal batas

Satukanlah setiap harokah yg bertebaran
Debu2 perlawanan pun mulai bersahutan & melebur nyata
Air mata kedukaan menjadi legenda ketapel & sorban
Menghunus perlawanan meretakan nada
Tata heterogenitas dalam satu aqidah
Intelektual yg pantang merekap gentar
Kamilah pembakar batas aritokrasi dunia
Membakar vatikan dalam omong kosong perdamaian
Total… Total kebencian kami terhadap zionisme

Doa Doa Batu Batu Airmata ….
Doa Doa Batu Batu Airmata ….
Doa Doa Batu Batu Airmata ….
Doa Doa Batu Batu Airmata ….

Rekapitulasi monumental penikmat peluru
Konstruksi ukhuwah jadikan benteng yg tak goyah
Rekreasi jihad hingga keujung senja kehidupan
Ketika emosiku beresonansi keurat nadi
Fisabilillah sabotase setiap kontribusi amerika serikat sampah
Jelanta demokrasi dari pengecut regenerasi laknat yahudi

alfahmu al-ikhlas al-amal aljihad attadhiyah
attaat attsabat attajarud al-ukhuwah attsiqoh
Kolektifitas robbani angkasa perlawanan islami
Menuai benih kebeningan hati agar intisari tak tercemar
dari para penghianat intifadoh
Yakinkanlah dirimu hei pemuda islam
Bergabung diantara pewaris penerus risalah

Doa Doa Batu Batu Airmata ….
Doa Doa Batu Batu Airmata ….
Doa Doa Batu Batu Airmata ….
Doa Doa Batu Batu Airmata ….

Pahamilah ilmu agar peluru & bom waktu
Dapat mengerti arti kebijaksanaan cahaya hatimu
Iringi ikhlasnya sebuah pengamalan
Pengorbanan & keteguhan tauhid
Buah tata diatas totalitas perjuangan
Percaya adalah permata ukhuwah
Agar jihad juga dapat berdiri bersama cinta
Keteladanan dari generasi para tabi’in
Maka nyalakan lilin diantara tulang belulang
Pandangilah nisan dari stasiun kehidupan
Dan nikmatilah kematian
Hiruplah kesturi syahid tanah negri
Tanah dari panji bendera para mujahid
Biarlah mata hati iringi perih stagnasi madinah
Memori keharuman para sahabat
Dan nafas terakhir sang nabi
Ummati.. Ummati.. Ummati..
Rapatkanlah setiap shaf perjuangan kita
Rapatkan barisan hey umat islam

Doa Doa Batu Batu Airmata ….
Doa Doa Batu Batu Airmata ….
Doa Doa Batu Batu Airmata ….
Doa Doa Batu Batu Airmata ….

Oleh: ronspro | November 11, 2009

RONS minuman ber Energy

RONS adalah minuman tidak sehat dan jika di konsumsi dapat menjadikan penyakit bodo berkelanjutan………..RONS_DRINK

Minuman energi yang baik:

1. Tidak mengandung zat-zat berbahaya
2. Mengandung stimulan yang aman dan dalam jumlah aman
3. Meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan
4. Mengandung vitamin
5. Antioksidan
6. Mengandung zat aditif minimal atau bebas sama sekali

SPORT drinks atau minuman berenergi ramai ditawarkan dan dinyatakan bagus karena mengandung cairan, elektrolit dan karbohidrat yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Pada dasarnya, ada 3 jenis sport drinks yaitu isotonic, hypotonic dan hypertonic.

Yang pertama, isotonic adalah minuman yang tersusun atas cairan, elektrolit-elektrolit dan 6-8% karbohidrat. Berikutnya adalah hypotonic yang mengandung cairan, elektrolit dan karbohidrat dalam kadar rendah. Dan, yang ketiga adalah hypertonic dengan kadar karbohidrat yang tinggi. Apakah minuman ini benar-benar bagus untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang? Dan, jenis manakah yang paling sesuai? Berikut uraiannya untuk Anda.

Isotonic. Minuman ini bisa dengan cepat menggantikan cairan tubuh yang hilang melalui keringat saat olahraga dan sekaligus menambah persediaan karbohidrat. Minuman ini umumnya menjadi pilihan favorit bagi pelari jarah jauh atau jenis olahraga tim. Glukosa merupakan sumber energi tubuh yang paling mudah, jadi ada baiknya mengonsumsi minuman isotonic yang mengandung 6-8% glukosa.

Hypotonic. Minuman ini juga bisa dengan cepat menggantikan cairan yang hilang melalui keringat. Jenis ini cocok bagi Anda yang memerlukan cairan tanpa perlu tambahan karbohidrat, misalnya olahraga seperti senam.

Hypertonic. Minuman ini digunakan sebagai suplemen karbohidrat harian dan dikonsumsi setelah olahraga untuk menambah simpanan glikogen otot. Jenis ini cocok untuk even-even dengan jarak tempuh yang sangat jauh serta memerlukan banyak energi. Jika dikonsumsi ssaat berolahraga, ada baiknya dipadukan dengan minuman isotonic untuk menggantikan cairan yang hilang.

Bagaimana cara penggunaan yang tepat? Cobalah minum beberapa teguk pada tahap awal latihan fisik Anda. Cara ini bertujuan untuk mencegah dehidrasi, bukan untuk mengatasi dehidrasi. Mulailah sekitar 8 ounces pada 20 menit sebelum memulai olahraga, kemudian minum lagi 4-6 ounces (setara dengan setengah jumlah cairan dalam sekaleng soda) setiap 15-20 menit. Jumlah ini dinyatakan cukup untuk sebagaian besar jenis olahraga.

Adakah efek samping? Banyak minuman isotonic yang mengklaim bisa menggantikan cairan tubuh dan meningkatkan energi. Pada dasarnya, setiap produk yang mengandung kalori akan meningkatkan kadar energi. Akan tetapi, cara terbaik mendapatkan energi adalah dari karbohidrat kompleks yang terdapat pada roti, kentang, beras, pasta dan sereal. Kenyataannya, sumber energi yang paling tidak memuaskan adalah dari karbohidrat sederhana, yaitu gula. Dan, banyak minuman energi yang mengandung gula dalam konsentrasi tinggi, pada beberapa kasus bahkan mencapai 18%.

Selain itu, sport drinks juga mengandung kafein, serta berbagai zat tambahan seperti penguat warna, perasa, pemanis serta zat penyeimbang. Meskipun bisa menyediakan energi instan, kafein bisa berperan sebagai diuretik yang membuat Anda terus-terusan buang air kecil. Karena itu, minuman ini bukan menggantikan cairan yang hilang tetapi semakin menguras cairan tubuh.

Beberapa jenis sport drinks bahkan dinyatakan buruk untuk gigi dan berbahaya bagi pengidap diabetes. Minuman ini mengandung citric acid. Dan semua jenis asam potensial mengerosi gigi.Akan tetapi, tingkat erosi ini bergantung pada metode minum Anda. Sport drinks sebaiknya sebaiknya dikonsumsi secepat mungkin, dan lebih baik lagi kalau menggunakan sedotan dan pastikan tidak menahan lama di dalam mulut.

Banyak kandungan dalam minuman energi juga dinyatakan bisa mengangu kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Meskipun satu takar karsinogen (seperti pewarna tambahan) mungkin tidak merugikan, tapi penggunaan berulang denagn jumlah yang semakin bertumpuk bisa menimbulkan gejala. The American College of Sports Medicine bahkan mengklaim kalau minuman ini buruk bagi kesehatan dan sama sekali tidak superior dari air putih.

Apakah bisa diganti? Tentu saja. Anda bisa membuat minuman berenergi sendiri di rumah dengan menggunakan bahan-bahan yang sehat. Berikut contoh yang bisa menjadi pilihan Anda.

Isotonic. 200 mililiter sari jeruk, 1 liter air dan sedikit garam (1 gram). Padukan ketiga campuran ini dan dinginkan di kulkas.

Hypotonic. 100 mililiter sari jeruk, 1 liter air dan 1 gram garam. Campurkan ketiga bahan kemudian dinginkan.

Hypertonic. 400 mililiter sari jeruk, 1 liter air dan 1 gram garam. Padukan ketiga komponen kumudian dinginkan. (OL-08)

Sumber : Media indonesia

Oleh: ronspro | November 10, 2009

Aduh Bentar Lagi aku Meninggal

Saat kematian kita dapat melihat lilin yang sinarnya dapat kita gunakan untuk membaca buku kehidupan yang penuh dengan berbagai persoalan , kebohongan, kejahatan dan kemalangan . dan pada saat saat kematian , lilin ini menerangi seluruh dunia dan semua kehidupan seseorang dengan saat terang dan jelas bahkan sudut sudut yang senantiasa tersembunyi dalam kegelapan…..kemudian cahayanya tersebut terombang ambing kena angin dan akhirnya lenyap selamanya……


rons_pocong

Oleh: ronspro | November 7, 2009

Wanita

Wanita

rony
Saat Ini Manusia sudah tidak lagi kesulitan untuk Berkomunikasi
alat alat Komunikasi sangat banyak dan yang sangat populer saat ini dan hampir semua orang punya adalah handphone………….
nah intinya dengan Handphone inilah saya sering melakukan interaksi dengan orang lain dengan sangat mudahhumor-lucu-bayi-wc1

disana saya sering melakukan obrolan obrolan yang sifatnya agak menjurus kepada bahasan cinta dan gombalan semata salah satu tujuan saya sich melakukan penelitian kepada wanita yaitu apakah wanita yang sudah punya pacar dan pacarnya sangat baik pada dia masih bisa selingkuh atau pindah kelian hati ? dan yang mengagetkan jawaban yang saya dapatkan jawabanya Ya

jadi benar sekali kata orang tua jaman dulu bahwa hati wanita sulit di tebak

Oleh: ronspro | November 7, 2009

Kemataian Adalah

Kematian Adalah?
Kematian adalah tamu, bersiaplah untuk menyambutnya.
Kematian adalah keniscayaan, yang orang sombong tak berdaya menghadapinya, cerdik pandai tak kuasa mendebatnya, karena kematian adalah peristiwa yang selalu berulang. Tetapi manusia lupa atau pura-pura melupakannya.

Tak ada yang harus dikhawatirkan dalam kematian. Kematian adalah pintu yang setiap orang pasti akan memasukinya. Tetapi yang menjadi masalah serius adalah, apa yang terjadi setelah kematian?
Apakah berupa taman dan sungai yang mengalir, dalam tempat yang dijanjikan ALLAH, ataukah berupa kesesatan dan api yang bergejolak?
Kuburan bisa menjadi taman surga. Sebaliknya, ia juga bisa menjadi salah satu Lubang Neraka .

Oleh: ronspro | November 7, 2009

Satpam Anjink

SATPAM ANJINK
“Heh..mau apa lo?” kata seorang satpam yang menegur saya dari dalam Pintu sebuah Kamar yang sangat mewah yang saya hampiri.
“Ngg..nggak kok pak, saya cuma mau cari sesuatu..” jawab saya dengan polos. Memang saya masih polos itu. Umur saya masih 18 tahun saat tadi.
“Cari apaan?” tanya satpam itu lagi.

“Saya cari masalah, berantem yuk pak! udah lama nih gak mukulin orang..apalagi mukulin satpam anjing kayak lo..” saya bilang itu padanya dengan muka menantang. Tapi saya bilangnya dalam hati. Mana berani saya nantangin satpam berbadan lemah , berkerudung hitam, bertopeng monyet , kumisan serta berjambul yang saya maksud sich satpamnya cewe yang sangat menyebalkan anjink pokoknya mah………………………hah kalo lo nemuin satpam gadungan kayak githu mutilasi adja ok.

Oleh: ronspro | November 7, 2009

Tentang saya

kunyang

Rony …… dilahirkan dari keluarga yang sederhana dan kurang mampu di segala bidang, namun itu bukan sebuah penghalan bagi saya untuk berinovasi dan selalu berkreativ mandiri dengan bekal pengetahuan yang sangat terbatas dan sangat kurang tapi itulah aku sebenarnya.
Jika ada orang yang melihat aku seperti orang biasa-biasa saja yang serba sederhana tapi aku tidak terlalu minder menghadapi semua yang ada di depan saya karena aku selalu berpandangan jauh ke depan apalagi tentang cara hidup yang aku alami………. mudah-mudahan semua ini tidak terlalu lama aku alami dalam hidup ini, Karena hidup ini penuh deng liku-likunya dan banyak perubahan …….walau hanya sedikit….. tapi selalu bermakna bagiku, seandainya aku seorang yang selalau stress…. maka akulah orang yang tidak mampu untuk menahan stresss yang begitu banyak yang aku alami dalam hidup ini…….
Tapi jikalau Allah Yang Maha Kuasa yang selalu melindungi hamba-Nya maka semua itu dapat terjadi……

Oleh: ronspro | November 7, 2009

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori